• dinas pangan

Ponpes Tahfizhul Quran Otak Kanan Turunkan 56 Santri Safari Ramadan

Ketua Yayasan Otak Kanan Palu, Nur Ilham, bersama pengajar di Ponpes Tahfizhul Quran Otak Kanan, saat foto bersama dengan salah satu santri yang akan turun mengikuti Safari Ramadan di sejumlah daerah di Sulteng, baru-baru ini. /FOTO:IST

ELSINDO, PALU- Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfizhul Quran Otak Kanan, melepas para santrinya atau Da’i untuk mengikuti safari Ramadan 1444 H, di 108 masjid yang ada di berbagai daerah di Sulteng, diantaranya Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Mautong, Poso, Morowali, Toli-toli, dan Donggala.

Selain acara pelepasan safari Ramadan, juga dilakukan launching kurikulum khusus Ponpes Tahfizhul Quran Otak Kanan. Kegiatan itu mengusung tema “Menebar rahmat, memberi yang terbaik untuk ummat” di Masjid Darunna’im, Sabtu, 25 Maret 2023.

“Safari Ramadan tahun ini, kami menurunkan 56 santri, mereka dibagi di 16 posko yang ada di sejumlah kabupaten, kami menyasar 108 masjid,” kata Ketua Panitia, Suparman.

Suparman mengatakan, para santri dalam ceramahnya mengigatkan generasi-generasi muda untuk membaca Al-Quran. Selain itu juga sebagai ajang promosi tentang Ponpes Tahfizhul Quran Otak Kanan.

“Alhamdulillah yang turun pada safari Ramadan ini, siswa dari SMP kelas satu, hingga siswa kelas tiga SMA,” ungkapnya.

Dalam safari Ramadan ini, kata Suparman, para santrinya bukan hanya menjadi khatib Jumat, tetapi mereka juga mengisi ceramah agama sebelum salat Tarawih, serta dapat menjadi imam jika diperlukan di Masjid yang mereka kunjungi.

“Para santri yang turun ini akan terus bertambah, bukan hanya 56 santri, karena banyak masjid-masjid yang meminta agar santri kami turun untuk menyampaikan ceramah agama, baik menjadi khatib Jumat maupun di Tarawih, olehnya itu kami terus menyiapkan para santri sebelum turun berdakwah,” ujarnya.

Suparman berharap, para santri yang turun telah dilatih sejak dua bulan lalu sebelum terjun berceramah di masjid.

“Kami berharap santri kami semakin dewasa, berakhlak mulia, dan tujuanya agar para santri ini senantiasa mengharapkan dan mendapatkan ridha dari Allah Swt,” katanya.

Program safari Ramadan ini, kata dia, telah berlangsung selama tiga tahun, dalam satu tahun pasti ada kader-kader dai yang terus muncul. Bahkan, para santri yang baru gabung itu sudah dapat tampil.

“Kami berpesan semakin bermutu kedepan, semoga selalu menjaga Al-Quran dan berakhlak dengan Al-Quran, serta bisa berbakti kepada kedua orang tua,” ujarnya.

Sementara itu, Nur Ilham Ketua Yayasan Otak Kanan Palu, membawakan materi terkait kurikulum Ponpes Tahfizhul Quran Otak Kanan dengan tema “Mari ikhlaskan diri untuk mendengarkan dan belajar”. (*/AH)