Program KKNT Membangun Desa Untad Sasar Ambesia Selatan Parigi Moutong

FOTO BERSAMA- Tampak mahasiswa KKNT membangun desa Untad foto bersama, baru-baru ini. FOTO: IST

ELSINDO, PALU- Program Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) membangun desa Universitas Tadulako (Untad) menyasar Desa Ambesia Selatan, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Anggota dari kelompok KKNT sebanyak 10 orang berasal dari 4 prodi yaitu prodi s1 teknik elektro, prodi S1 teknik mesin, prodi S1 aquakultur dan prodi s1 akuntansi.

Lokasi tersebut sangat tepat untuk tema khusus dari kelompok KKN karena merupakan binaan dari kelompok abdimas yang mendapatkan hibah pengembangan desa binaan (PDB) dari DRTPM tahun pertama masing-masing Dr. Yuli Asmi Rahman, Dr. Khairil Anwar, Dr. Muhammad Din, dan Dr. Ahsan Mardjudo yang juga bertindak sebagai Dosen Pembimbing lapangan (DPL).

“Konsep kegiatan KKN membangun desa merupakan KKN Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dimulai pada 23 Agustus 2023 dan berakhir pada Desember 2023,” terang Yuli selaku Ketua Tim PDB, Kamis (30/11).

“KKN membangun desa tentunya bertujuan untuk meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa, serta menerapkan iptek secara team work dan interdisiplin, menanamkan nilai kepribadian, keuletan, etos kerja, tanggung jawab, kemandirian, kepemimpinan, dan kewirausahaan,” tambahnya.

Hal ini tercermin pada program kerja mahasiswa selama 3 bulan yang telah didahului tahapan persiapan selama 1 bulan dan dilanjutkan setelah penarikan sebagai masa evaluasi selama 1 bulan.

Berdasarkan pasal 18 Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020, pemenuhan masa dan beban belajar bagi mahasiswa program sarjana atau sarjana terapan dapat dilaksanakan melalui kegiatan proses pembelajaran di luar program studi.

Kegiatan yang dimaksud salah satunya adalah proyek membangun desa dalam bentuk KKN. Program kerja utama dari kelompok KKNT ini adalah pemanfaatan alat LAPIKA dan generator portable PLTS yang sebelumnya telah diserahkan oleh tim abdimas PDB ke pemilik bagan ikan sebanyak masing-masing 5 unit.

Program kerja lainnya yaitu sosialisasi dan pelatihan penggunaan PLTS sebagai sumber listrik pada instalasi listrik rumah. Mahasiswa juga aktif melakukan kegiatan terkait perikanan tangkap dan pelatihan pembukuan pada usaha perikanan warga. Selain itu, mahasiswa juga memasukkan kegiatan social lainnya seperti olahrga dan bersih lingkungan bersama warga desa Ambesia Selatan.

Kegiatan mereka merupakan gambaran dari waktu pembelajaran yang dapat dikonversi menjadi 20 SKS sesuai pasal 19 Permendikbud No 3 tahun 2020 bahwa penghitungan satuan kredit semester (sks) untuk kegiatan pembelajaran di luar kampus dihitung berdasarkan jumlah jam kegiatan yang menyetarakan satu (1) sks dengan 170 menit per minggu per semester. (CHL/*)