• dinas pangan

DPC Demokrat Sigi Kecewa Terhadap Langkah Torki: Etikanya Kurang Bagus

DPC Demokrat Sigi tanggapi langkah Torki Ibrahim Turra
Ketua DPC Demokrat Sigi, Ayub Willem Darawia (kanan) didampingi Sekretarisnya, Ikra Ibrahim. FOTO: ELSINDO

ELSINDO, SIGI- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Sigi menyatakan keterkejutannya atas tindakan Torki Ibrahim Turra yang bergabung dan mendaftar sebagai calon Bupati Sigi di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Sulawesi Tengah (Sulteng).

Ketua DPC Demokrat Sigi, Ayub Willem Darawia, menyampaikan kekecewaannya terhadap langkah tersebut yang dianggap tidak beretika dan melangkahi mekanisme yang telah ditetapkan oleh DPC.

“Kami DPC sangat kaget dengan kabar bahwa Pak Torki mendaftar sebagai calon Bupati di DPD sekaligus bergabung di Demokrat. Ini kan melangkahi DPC,” ungkap Ayub didampingi Sekretaris DPC Partai Demokrat Sigi, Ikra Ibrahim, pada Rabu, 5 Juli 2024.

Ayub menambahkan bahwa tindakan Torki ini tidak hanya mengejutkan tetapi juga memicu kemarahan di kalangan anggota DPC Demokrat Sigi.

“Dengar kabar itu, anggota di DPC ini sampai marah-marah juga, kenapa bisa begitu. Ini kan potong kompas, etikanya kan kurang bagus,” tegas Ayub.

Dia menegaskan bahwa Partai Demokrat adalah partai yang terbuka, di mana siapa saja boleh mendaftar selama sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Namun, tindakan Torki dianggap tidak sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

“Tidak bisa membawa keinginan-keinginan yang sifatnya politis dan waktu yang mendadak seperti ini,” tegas Ayub.

Ayub menjelaskan bahwa Torki-Eben sebelumnya mendaftar di KPU sebagai calon Bupati Sigi melalui jalur independen, namun tiba-tiba mendaftar di Partai Demokrat tanpa melalui DPC.

“Kami tahu bahwa Torki-Eben mendaftar di KPU maju sebagai calon Bupati Sigi lewat jalur independen, tapi tiba-tiba mendaftar di Partai Demokrat. Kenapa tidak mendaftar memang saat Demokrat buka pendaftaran calon Bupati dan Wakil,” ujar Ayub.

“Jadi mungkin setelah dengar kabar kalau Pak Torki ini berat untuk maju sebagai independen karena dukungannya belum terpenuhi, maka langkah yang dia lakukan adalah mencari partai Demokrat, itu pun tidak ke DPC tapi langsung ke DPD provinsi,” tambah Ayub.

Bakal Calon Wakil Bupati Sigi ini menjelaslan, bahwa Demokrat Sigi telah menyelesaikan proses penjaringan dan evaluasi terhadap calon Bupati dan Wakil Bupati Sigi. Proses ini melibatkan pengembalian formulir pendaftaran oleh calon-calon yang berminat.

“Ada delapan orang yang telah mengembalikan formulir pendaftaran calon Bupati di Demokrat Sigi, dan dua orang untuk posisi Wakil Bupati,” ungkap Ayub.

Proses penjaringan ini, menurut Ayub adalah bagian dari mekanisme yang harus dilalui oleh setiap calon. Setelah penjaringan di tingkat DPC, hasilnya diteruskan ke DPD untuk melakukan fit and proper test. “Jadi kita DPC menjaring, diteruskan ke DPD untuk melakukan fit and proper test, kemudian DPP yang menentukan,” jelasnya.

Langkah Torki yang dianggap melangkahi DPC ini tidak hanya mengejutkan tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang integritas dan komitmen terhadap proses demokratis yang telah diatur. “Kami berharap Torki dan semua calon lainnya dapat menghargai proses yang ada dan bekerja sama untuk kepentingan bersama,” tutup Ayub.

Perlu diketahui, saat ini pasangan Torki Ibrahim Turra dan Eben masih melakukan perbaikan data dukungan, karena dinyatakan belum memenuhi syarat (BMS) untuk maju sebagai calon perseorangan dalam Pilkada Kabupaten Sigi 2024, pada verifikasi administrasi oleh KPU Sigi.

Dari total 21.775 dukungan yang diserahkan pasangan Torki-Eben, hanya 1 dukungan yang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS), sementara 21.774 dukungan lainnya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Syarat minimal jumlah dukungan yang harus dipenuhi oleh calon perseorangan untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Sigi adalah 19.102 pendukung, atau 10 persen dari jumlah penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Selain itu, dukungan tersebut harus tersebar di minimal 8 kecamatan di Kabupaten Sigi.(**)