ELSINDO, PALU- Menteri Agama RI dan Menteri Agama Arab Saudi, belum lama ini, telah melakukan penandatanganan MOU tentang penetapan kuota haji untuk Indonesia tahun 2023.
Demikian dikatakan, Kepala Bidang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulteng, Muchlis, di ruang kerjanya, baru-baru ini.
“Alhamdulillah kuota Haji Indonesia kembali ke kuota normal seperti tahun 2019. Sebelumnya di tahun 2020-2021 tidak ada pemberangkatan, kemudian 2022 ada keberangkatan tetapi kuotanya terbatas, bahkan lansia di tahun kemarin yang usia 65 tahun keatas tidak diberikan kesempatan untuk berangkat,” kata Muchlis.
Maka, kata Muchlis, dengan ditandatanganinya MOU kemarin itu, maka sudah dipastikan kuota haji Indonesia itu 221 ribu, termasuk lansia yang tahun 2022 tidak bisa berangkat, tahun ini bisa berangkat. Bahkan lansia ini menjadi prioritas dan tentunya jumlah lebih banyak.
“Untuk kouta Sulteng secara pasti belum ditetapkan, begitupun provinsi lainya. Tetapi jika merujuk ke kuota normal pada tahun 2019 itu kuota Sulteng berjumlah 1.993, semoga jumlahnya sama, paling tidak jika memang bisa ditambah maka kita sangat bersyukur,” ujarnya.
Muchlis mengatakan, berdasarkan informasi Menag RI pernah sampaikan soal adanya penambahan kuota. Tetapi Menteri Haji Arab Saudi menyampaikan, mereka memahami daftar tunggu jemaahnya cukup banyak, sehingga Indonesia memang membutuhkan penambahan kuota.
“Tetapi untuk saat ini, pihak dari Arab Saudi belum sempat memfikirkan untuk menambah kuota seluruh dunia khususnya di Indonesia, kerena dipertimbangkan keamanan dan kenyamanan jemaah haji,” katanya.
Hanya saja, kata Muchlis, ada semacam isyarat kalau misalnya ada beberapa negara-negara tidak memberangkatkan jemaahnya atau mengurangi kuota, maka diperkirakan kuota jemaah haji itu akan diberikan kepada Indonesia.
“Saat ini, daftar tunggu haji kurang lebih 21 tahun. Sebagai contoh jemaah yang berangkat tahun ini jemaah yang mendaftar dari tahun 2012, memang cukup lama menunggu olehnya itu kita berharap ada penambahan kuota agar daftar tunggu semakin berkurang,” jelasnya.
Muchlis mengatakan, penetapan untuk kuota provinsi-provinsi masih menunggu. Nanti setelah Menag RI pulang dari delegasi dari Arab Saudi, baru akan dibahas lagi berapa jumlah kuota yang akan diberikan ke seju mlah provinsi. (*/AH)














