MTQ XXXI Sulteng Dorong Lahirnya Tafsir Tematik Al-Qur’an Lewat Lomba Karya Tulis Ilmiah

Dewan hakim lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ) pada MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Laboratorium SMKN 1 Sigi, Desa Sidera, Kabupaten Sigi. FOTO: ISTIMEWA

ELSINDO, SIGI– Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an menjadi salah satu cabang yang diperlombakan dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) di Kabupaten Sigi. Sebanyak 23 peserta dari 13 kabupaten dan kota mengikuti perlombaan tersebut, terdiri dari 11 peserta putra dan 12 peserta putri.

Ketua Dewan Hakim, Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd., mengatakan para peserta diwajibkan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan panitia serta menyusun karya tulis sesuai tema yang ditentukan. Pada MTQ kali ini, tema yang diangkat meliputi lingkungan hidup dan kerukunan umat beragama.

Menurutnya, kedua tema tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk mengeksplorasi gagasan sesuai kompetensi dan kemampuan akademik masing-masing, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

“Dua tema itu dipersilakan kepada peserta untuk dipilih dan dieksplorasi sesuai kompetensi yang dimiliki sehingga nantinya dapat menghasilkan karya tulis ilmiah Al-Qur’an yang bersifat tematik,” jelasnya.

Dijelaskan, penilaian peserta dilakukan berdasarkan tiga komponen utama, yakni substansi isi, gaya bahasa, dan pengorganisasian tulisan.

“Ada tiga komponen yaitu substansi isi dari makalah ini sesuai tema-tema yang dibahas, gaya bahasa, dan yang menyangkut pengorganisasian tulisan,” ujar Prof. Sagaf saat diwawancarai di venue 11 MTQ XXXI Sulteng, Lab SMKN 1 Sigi, Sidera, Selasa (9/6/2026).

Lebih lanjut, Prof. Sagaf berharap lomba ini dapat melahirkan model penafsiran Al-Qur’an yang tematik atau maudhu’i, sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian keislaman yang relevan dengan persoalan-persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Kita berharap lahir model penafsiran yang maudhu’i berdasarkan tema-tema yang dibahas, sehingga Al-Qur’an semakin kontekstual dalam menjawab berbagai persoalan kehidupan,” katanya.

Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an MTQ XXXI Sulteng dinilai oleh sembilan dewan hakim yang terdiri dari akademisi dan pakar di bidang keislaman. Mereka adalah Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd., Dr. H. Nasrudin L. Midu, M.Ag., Dr. Sagir M. Amin, M.Pd., Prof. Dr. Khairil, S.Ag., M.Hum., Dr. Gani Jumat, M.Ag., Dr. H. Ahmad Syahid, M.Pd., Prof. Dr. H. Askar, M.Pd., Dr. H. Hilal Mallarangan, M.H., dan Dr. H. Saude, M.Qd.(**)