• dinas pangan

Tahun Ini, Disdik Sulteng Uji Coba Aplikasi PPDB Online di Empat SMA di Palu

PPDB
Kepala Bidang Pembinaan SMA, Yunus. (FOTO: ISTIMEWA)

ELSINDO, PALU- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA di Kota Palu, tahun 2024 ini, sistemnya akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini kami mencoba lebih transparansi dan akuntabel kepada masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya saat dibukanya PPDB. Melalui sistem baru yang akan kami lakukan ini, lebih menonjolkan pemerataan atau sistem zonasi,” jelas Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Yunus, di ruang kerjanya, Rabu, 17 Januari 2024.

Yunus mengatakan, tahun ini akan hadir sebuah aplikasi PPDB online, untuk digunakan oleh sejumlah sekolah, dan pusat sistem PPDB online itu di Dinas Pendidikan Sulteng.

“Aplikasi PPDB itu akan kami uji coba dulu di empat SMA diantaranya, SMAN 1 Palu, SMAN 2 Palu, SMAN 3 Palu, dan SMAN 4 Palu. Nantinya jika aplikasi PPDB ini berjalan dengan baik, maka akan diterapkan di sejumlah sekolah yang ada di Kabupaten dan Kota se-Provinsi Sulteng,” katanya.

Yunus mengatakan, sistem PPDB tahun ini memang betul-betul menerapkan sistem zonasi.

“Jadi bagi siswa yang jarak tempat tinggalnya dekat dari salah satu SMA di Palu, maka lebih prioritas diterima oleh sekolah tersebut. Tetapi jika misalnya jaraknya tidak masuk pasti akan terbaca di aplikasi tersebut, nanti akan diarahkan ke sekolah sesuai jarak rumahnya” ujarnya.

Kata Yunus, aplikasi ini sudah hampir siap untuk digunakan, tinggal dilakukan sosialisasi lagi agar masyarakat mengetahuinya.

“Yang jelas PPDB tahun ini betul-betul murni by sistem, jadi kami istilahkan sistemnya seperti obat nyamuk, jadi ketika ada yang mendaftar jarak tempat tinggalnya 10 kilo dari sekolah yang dituju, kemudian ada lagi yang mendaftar jaraknya 9 kilo, maka siswa yang mendaftar jaraknya 10 kilo itu menurun namanya, karena ada yang 9 kilo. Begitu terus nanti, artinya jaraknya terukur,” katanya.

Menurut Yunus, semakin dekat jarak pendaftar itu dengan sekolah yang dituju, maka itu akan menjadi prioritas.

“Kami juga akan bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, agar data pendaftar terbaca by sistem, tidak ada lagi yang mengarang, hanya saja terkait ini kita diarahkan menyurat ke Kemendagri terkait izin akses data masyarakat,” ungkapnya.

Yunus mengatakan, inovasi ini dilakukan atas study tour yang dilakukanya di Jawa Barat, ternyata memang sistem PPDBnya begitu bagus.

“Kami berharap aplikasi ini dapat di dukung penuh oleh masyarakat dan sekolah, sebab saat ini semua sudah sistem serba teknologi. Untuk jangka panjangnya insya allah aplikasi ini kita replikasi di sejumlah cabang-cabang dinas, sehingga semua akan sekolah bisa mengunakanya,” ujarnya.

Kata Yunus, dalam waktu dekat ini dirinya akan rapat bersama sejumlah Kepala SMA di Kota Palu, untuk membahas aplikasi tersebut.

“Kami begitu berharap, agar semua insan pendidikan maupun masyarakat dapat membantu utamanya dalam menyosialisasikan aplikasi PPDB ini,” pungkasnya. (del)