ELSINDO, PALU – Massa yang sebagian di antaranya mengenakan jas almamater UIN Datokarama Palu, mendatangi kantor DPRD Sulteng dengan membawa beberapa tuntutan. Massa meminta, agar mereka diterima oleh Ketua DPRD Sulteng dan seluruh Ketua-Ketua Fraksi yang ada di DPRD Sulteng.
Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag, MH yang mendatangi massa di depan pintu masuk, tidak diberikan kesempatan untuk berbicara dan berdiskusi. Beberapa kali Bunda Wiwik, sapaan akrabnya meminta untuk diberikan kesempatan berbicara justru tidak digubris.
Bahkan salah seorang berpakaian serba hitam, yang ada di kerumunan massa sambil menyulut rokoknya dan membelakangi Bunda Wiwik, dengan lantang berteriak.
“Tidak usah didengar,”katanya.
Bunda Wiwik yang berada di antara massa aksi dan aparat keamanan, tetap sabar berdiri sekitar 50 menit dan mendengarkan beberapa perwakilan Lembaga yang menyampaikan orasinya.
Dalam orasinya, beberapa orator menuntut penjelasan terkait Dana Bagi Hasil (DBH), Makanan Bergizi Gratis (MBG), ketersediaan lapangan pekerjaan, perlunya regulasi tentang LGBT, serta tuntutan lainnya.
Setelah kembali dilakukan negoisasi, dan staf secretariat DPRD menawarkan apakah Bunda Wiwik bisa diberikan kesempatan untuk berbicara, massa tetap pada tuntutannya. Mereka minta agar diskusi tidak dilakukan di jalanan, serta minta langsung bertatap muka dengan Ketua DPRD dan Ketua-ketua fraksi.
“Saya ini ketua Fraksi, juga Sekretaris Komisi IV yang memang punya kaitan dengan tuntutan teman-teman,”teriak Bunda Wiwik.
Tetap saja peserta aksi tidak mau memberikan micrphone dan memberikan kesempatan Bunda Wiwik untuk berbicara.
“Ya sudahlah, karena tidak dikasih kesempatan berbicara, buat apa saya berada di sini. Tolong sampaikan ke Korlapnya, kalau mau masuk silakan. Ruangan Fraksi terbuka untuk mereka. Mau perwakilan, atau semua masuk silakan,”kata Bunda Wiwik sambil berjalan kembali ke ruang kerjanya.(**)













