ELSINDO, PALU – Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Sulawesi Tengah. Melalui program revitalisasi satuan pendidikan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sebanyak 105 sekolah jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah menerima bantuan dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp127 miliar.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmanza DP, S.H., M.Si., mengatakan program revitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membenahi fasilitas pendidikan agar proses belajar mengajar berlangsung lebih nyaman dan optimal.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, dari total 105 sekolah penerima bantuan, sebanyak 36 sekolah merupakan jenjang SMA, 47 sekolah jenjang SMK, dan 22 sekolah jenjang SLB.
“Anggaran ini bersumber dari APBN melalui program pemerintah pusat. Jumlah penerima bantuan saat ini sebanyak 105 sekolah yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah,” ujar Firmanza.
Ia menegaskan, pembenahan sarana dan prasarana pendidikan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Bahkan, pihaknya menargetkan dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, seluruh sekolah di Sulawesi Tengah dapat dibenahi secara bertahap.
“Kami menargetkan tiga tahun ini semua sekolah akan kami benahi,” tegasnya.
Menurut Firmanza, upaya tersebut diharapkan dapat mendorong pemerataan kualitas fasilitas pendidikan, sehingga peserta didik di berbagai wilayah Sulawesi Tengah memiliki lingkungan belajar yang lebih layak dan nyaman.
Ia juga menyampaikan bahwa jumlah sekolah penerima bantuan revitalisasi berpotensi terus bertambah. Penambahan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan anggaran pada periode berikutnya.
“Tentunya jumlah sekolah yang mendapatkan bantuan ini akan terus bertambah dengan melihat kondisi anggaran yang ada. Bantuan ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui anggaran APBN,” jelasnya.
Di sisi lain, Firmanza mengingatkan sekolah-sekolah penerima bantuan agar tidak hanya memanfaatkan fasilitas yang telah diperbaiki, tetapi juga memastikan pemeliharaannya dilakukan secara berkelanjutan.
Ia berharap fasilitas yang telah direhabilitasi dapat dijaga dengan baik agar manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang, terutama dalam menunjang kenyamanan siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran.
“Kami berharap sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi ini menjaga dengan baik fasilitas yang telah direhabilitasi atau diperbaiki, sehingga kenyamanan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Dengan dukungan anggaran pemerintah pusat dan target pembenahan secara bertahap, program revitalisasi diharapkan menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas lingkungan belajar sekaligus memperkuat pemerataan sarana dan prasarana pendidikan di Sulawesi Tengah. (**)














