Khusus di Sulteng, Kemendikdasmen Tunjuk SMAN 1 Palu Jadi Sekolah Induk Belajar Jarak Jauh

Kepala SMAN 1 Palu, Dahlan Moh. Saleh, S.Pd., M.Si., saat foto bersama dengan pak Mendikdasmen RI, serta sejumlah kepala sekolah di Indonesia. (FOTO: ISTIMEWA)

ELSINDO, PALU – SMA Negeri 1 Palu dipercaya menjadi sekolah induk penyelenggara program Belajar Jarak Jauh (BJJ) untuk memperluas akses pendidikan bagi anak tidak sekolah (ATS). Program yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini diharapkan menjadi solusi bagi anak-anak yang terkendala ekonomi, pekerjaan, maupun keterbatasan fasilitas untuk melanjutkan pendidikan.

Kepala SMA Negeri 1 Palu, Dahlan Moh. Saleh, S.Pd., M.Si., mengatakan program tersebut telah berjalan dan saat ini memasuki tahap pembelajaran. Dalam pelaksanaannya, SMA Negeri 1 Palu didukung dua sekolah mitra, yakni sekolah di Kabupaten Banggai Laut dan SMA Negeri 3 Sigi.

“Alhamdulillah, SMA Negeri 1 Palu ditunjuk sebagai sekolah induk penyelenggaraan BJJ. Saat ini pembelajaran sudah berjalan,” ujar Dahlan saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan program tersebut, Senin, 26 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, program pendidikan jarak jauh ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjangkau anak-anak yang belum memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan. Mereka tetap dapat melanjutkan sekolah meskipun harus bekerja atau menghadapi berbagai kendala yang menyulitkan mereka mengikuti pembelajaran reguler.

Dahlan menyebutkan, berdasarkan data yang disampaikannya, jumlah anak tidak sekolah di Indonesia mencapai sekitar 64 ribu orang. Sementara itu, di Sulawesi Tengah terdapat sekitar 6.000 anak tidak sekolah berusia 16 hingga 18 tahun.

Besarnya jumlah tersebut menjadi tantangan sekaligus alasan pentingnya menghadirkan alternatif layanan pendidikan yang lebih fleksibel dan mudah dijangkau masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, program BJJ mengombinasikan pembelajaran jarak jauh secara daring dengan kegiatan tatap muka. Peserta didik memanfaatkan modul pembelajaran untuk mengikuti proses belajar, sementara pertemuan langsung dilaksanakan sesuai mekanisme yang ditetapkan.

Peserta didik juga akan mengikuti ujian melalui sekolah mitra sesuai ketentuan program. Dengan demikian, pendidikan jarak jauh tidak sekadar memberikan kesempatan mengikuti ujian, tetapi juga memastikan peserta didik menjalani proses pembelajaran sebagaimana mestinya.

Untuk mendukung pelaksanaan program, SMA Negeri 1 Palu telah menyiapkan 19 guru yang mendapatkan pelatihan sebagai tutor. Sekolah induk tersebut juga telah menyiapkan wali kelas khusus untuk mengoordinasikan kegiatan belajar peserta didik BJJ.

“Anak-anak ini tetap belajar seperti siswa pada umumnya. Mereka mengikuti proses pembelajaran secara online, dengan mengunakan modul atau buku pembelajaran, jadi pembelajaran non tatap muka atau daring 70 persen, sementara tatap muka itu 30 persen, untuk tatap muka nanti mengikuti ujian,” jelas Dahlan.

Ia menegaskan, peserta didik yang menyelesaikan pendidikan sesuai ketentuan akan memperoleh ijazah resmi SMA Negeri 1 Palu, meskipun mereka mengikuti pembelajaran dari wilayah tempat tinggal masing-masing melalui sekolah mitra.

Hingga saat ini, sebanyak 12 peserta didik tercatat telah mengikuti pembelajaran melalui program BJJ di SMA Negeri 1 Palu. Mereka berasal dari Kabupaten Banggai Laut dan Kabupaten Sigi, saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai dibukanya pendaftaran atau penambahan siswa dari pemerintah pusat dalam hal ini Kemendikdasmen.

Dahlan mengakui, sosialisasi program tersebut masih perlu ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat mengetahui adanya kesempatan melanjutkan pendidikan melalui jalur ini.

Sejumlah calon peserta didik dari wilayah lain, termasuk Donggala, juga disebut telah menunjukkan minat untuk mendaftar. Namun, pendaftaran saat ini telah ditutup sehingga pihak sekolah masih menunggu arahan pemerintah pusat mengenai pembukaan pendaftaran berikutnya.

“Kami masih menunggu instruksi dari pusat. Harapannya, ke depan program ini dapat menjangkau lebih banyak anak yang belum bersekolah,” katanya.

Dahlan berharap program Belajar Jarak Jauh dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam menekan angka anak tidak sekolah, khususnya di Sulawesi Tengah.

Menurutnya, anak-anak yang terkendala biaya, harus bekerja, atau memiliki keterbatasan akses terhadap sekolah tetap berhak memperoleh kesempatan menyelesaikan pendidikan menengah.

Penunjukan SMA Negeri 1 Palu sebagai sekolah induk pada tahun pertama pelaksanaan program di Sulawesi Tengah menjadi langkah awal dalam memperluas layanan pendidikan yang lebih fleksibel dan inklusif. Program ini telah disebar di sejumlah Provinsi, satu provinsi ada satu sekolah di tunjuk menjadi sekolah induk BJJ.

Melalui kolaborasi sekolah induk, sekolah mitra, para tutor, dan pemerintah, program BJJ diharapkan mampu membuka kembali jalan pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya tidak dapat melanjutkan sekolah.

Program ini sekaligus menjadi harapan agar keterbatasan keadaan tidak lagi menjadi penghalang bagi generasi muda untuk meraih pendidikan dan masa depan yang lebih baik. (**)