ELSINDO, PALU – Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah saat ini lebih mengupayakan untuk penyaluran produk MinyaKita lewat Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Pemimpin Bulog Kanwil Sulteng, Jusri mengaku langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan serta menekan harga eceran sesuai HET di tingkat konsumen.
“Itupun yang masuk Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) tidak semua kami layani kemarin. Kami hanya berkomunikasi dengan Pemda terkait hal tersebut,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Namun, ia mengatakan bahwa kuota MinyaKita saat ini sudah mulai normal kembali. Lanjut dia, sehingga pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin penyaluran di pasar tradisional.
“Biasanya kalau normal penyaluran sampai bulan depan kuota MinyaKita yang masuk itu sebanyak 60 truk atau 600 ribu liter dalam seminggu,” katanya.
Sementara pihaknya dua pekan yang lalu hanya mendapatkan kuota MinyaKita sebanyak 20 ribu liter. Hal tersebut, kata Jusri, tidak sebanding dengan permintaan pedagang dan konsumen di pasar.
“Itu sebenarnya kurang kalau kita kasih ke pasar. Makanya, kami lebih pilih melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) atau pasar pencatatan pemerintah daerah,” jelasnya.
Dengan kondisi yang kembali stabil, Jusri mengatakan Bulog akan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hanya saja, wilayah di luar dari pasar pencatatan pemerintah belum dilayani.
“Karena kita harus penuhi dulu di pasar sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), nanti kalau sudah selesai semua, baru kita bawa lagi ke pengecer-pengecer di luar pasar,” pungkasnya. (FA)














