ELSINDO, PALU – Hingga kini jumlah serapan beras yang tercatat di Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tengah mencapai 10.600 ton
“Dari target di tahun ini sebesar 11.300 ton. Jadi kurang lebih sekitar 700-800 ton akan tercapai,” kata Pemimpin Bulog Kanwil Sulteng, Jusri kepada sejumlah wartawan, Kamis (16/7/2026).
Diungkapkan, saat ini panen petani lokal telah selesai dan sudah mulai berkurang di beberapa kabupaten di Sulteng. Namun, Jusri mengaku bahwa ada sebagian petani yang masih menjual ke Bulog.
“Tapi di masyarakat tertentu masih ada mereka (petani) yang menyimpan untuk dijual di Bulog per karung sesuai kebutuhan,” kata Jusri.
Sementara untuk realisasi pengadaan gabah, Jusri menjelaskan bahwa serapan yang dilaksanakan Bulog Kanwil Sulteng telah melebihi dari target kurang lebih mencapai sebesar 16.640 ton.
“Target kami tahun ini khusus pembelian gabah ke petani di 13.900 ton. Tapi belum akhir tahun target sudah melebihi atau hampir sekitar 120 persen di Sulawesi Tengah,” katanya.
Jusri menyebut hampir sebagian petani di Sulteng sudah ingin menjual gabah ke Bulog. Di antaranya daerah Pantai Barat Donggala, Pantai Timur Parigi Moutong, Morowali dan Luwuk Banggai.
“Nanti kedepan petani Kabupaten Tolitoli yang akan kita sosialisasikan terkait dengan penjualan gabah ke Bulog. Karena mereka terbiasa menjual hasil panen dalam bentuk beras,” sebutnya. (FA)














