ELSINDO, PALU- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengalokasikan anggaran sekitar Rp355,261 miliar pada tahun anggaran 2026 untuk mendukung berbagai program pendidikan yang menjadi bagian dari kebijakan BERANI CERDAS.
Angka tersebut meningkat cukup besar dibandingkan alokasi tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp178,837 miliar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tengah, Drs. Firmanzah, SH, M.Si, mengatakan anggaran pendidikan tersebut tidak hanya digunakan untuk beasiswa mahasiswa, tetapi juga menyentuh berbagai kebutuhan peserta didik, guru, hingga penguatan sarana dan prasarana pendidikan.
“Total anggaran tahun 2025 untuk mendukung pelaksanaan BERANI CERDAS mencapai Rp178,837 miliar dan tahun anggaran 2026 sebesar Rp355,261 miliar atau setara 7,28 persen dari total APBD Sulteng Rp4,7 triliun,” jelas Firmanzah, Selasa (8/9/2026).
Salah satu komponen terbesar adalah program beasiswa BERANI CERDAS bagi mahasiswa. Pada 2026, anggarannya mencapai sekitar Rp260,406 miliar, dengan jumlah penerima mencapai sekitar 47 ribu mahasiswa, terdiri dari penerima lama sebanyak 22.414 orang dan penerima baru sekitar 25 ribu orang.
Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk pendidikan jenjang S2, S3, dokter spesialis dan bantuan penyelesaian studi.
Dukungan pendidikan juga diberikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu. Untuk biaya SPP siswa kategori ekonomi lemah atau desil 1 hingga 5, anggaran meningkat dari sekitar Rp1,09 miliar pada 2025 menjadi Rp1,75 miliar pada 2026.
Kemudian program CERDAS ISTIMEWA dan BAKAT ISTIMEWA mendapatkan anggaran Rp4,34 miliar pada 2025 dan meningkat menjadi Rp4,52 miliar pada 2026.
Sementara pembiayaan UKK dan Prakerin bagi siswa SMK dialokasikan Rp39,95 miliar pada 2025 dan Rp21,56 miliar pada 2026.
Pemerintah juga meningkatkan bantuan beasiswa dan bantuan bagi guru, ASN serta pendidik profesi. Dari sekitar Rp1,857 miliar pada 2025, anggarannya meningkat menjadi Rp5,23 miliar pada 2026.
Di sisi lain, bantuan sarana dan prasarana pendidikan berbasis digital untuk SMA dan SMK dialokasikan sekitar Rp480 juta pada 2025 dan Rp430 juta pada 2026.
Sedangkan bantuan seragam sekolah bagi siswa SMA, SMK dan sederajat dari kelompok desil 1 sampai 5 mencapai Rp5,09 miliar pada 2025 dan Rp1,785 miliar pada 2026.
Menurut Firmanzah, berbagai kebijakan tersebut menunjukkan bahwa program BERANI CERDAS dirancang tidak hanya untuk membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga memperkuat ekosistem pendidikan dari tingkat sekolah hingga perguruan tinggi.
Kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen Gubernur Anwar Hafid yang menempatkan pendidikan sebagai salah satu hak dasar masyarakat.
Anwar juga kerap mengingatkan bahwa perintah untuk belajar memiliki landasan nilai yang kuat. Semangat “Iqra” dalam Al-Qur’an dimaknai secara luas sebagai dorongan untuk membaca, belajar, memahami dan mengembangkan pengetahuan.
“BERANI CERDAS SULTENG NAMBASO” kemudian menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menerjemahkan komitmen tersebut ke dalam kebijakan nyata.
Dengan peningkatan anggaran dan perluasan penerima manfaat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan pembangunan sumber daya manusia menjadi fondasi penting menuju Sulteng yang semakin maju. (**)













