Tekan Angka Stunting, Wagub Reny Dorong Pemantauan Gizi Anak Setiap Bulan

ELSINDO, PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., mendorong penguatan pemantauan pertumbuhan dan status gizi anak secara rutin setiap bulan sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan stunting di Sulawesi Tengah.

Reny mengusulkan optimalisasi pemanfaatan aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) agar perkembangan pertumbuhan anak dapat dipantau secara berkelanjutan dan intervensi gizi diberikan secara lebih tepat sasaran.

Usulan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Komisi IX DPR RI pada kunjungan kerja reses di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jumat (9/10/2026).

Menurut Reny, pemantauan pertumbuhan anak tidak cukup dilakukan sesekali. Diperlukan pencatatan berkala yang didukung keterlibatan aktif kader posyandu agar perubahan kondisi gizi anak dapat teridentifikasi lebih dini.

Melalui pemanfaatan e-PPGBM, data pertumbuhan anak diharapkan dapat menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan intervensi, sekaligus membantu petugas kesehatan dan kader posyandu memantau perkembangan anak secara lebih terarah.

Penguatan peran posyandu juga dinilai penting karena menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak.

Reny menegaskan, penanganan stunting membutuhkan dukungan lintas sektor serta kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan daerah. Karena itu, dukungan pemerintah pusat diperlukan agar program kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih efektif.

Dalam pertemuan yang sama, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, dr. Gigi Puti Sari, menyampaikan bahwa kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari upaya menyerap aspirasi daerah dan mengawasi pelaksanaan program pemerintah di bidang kesehatan, ketenagakerjaan, serta jaminan sosial.

Komisi IX juga mendorong penguatan fasilitas kesehatan dan pemerataan tenaga medis di Sulawesi Tengah untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Reny berharap pertemuan tersebut menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat memperkuat program kesehatan di daerah, termasuk upaya pemantauan gizi anak secara rutin dan percepatan penanganan stunting.

Dengan pemantauan yang berkelanjutan, dukungan tenaga kesehatan, serta keterlibatan kader posyandu, upaya penanganan stunting diharapkan dapat dilakukan lebih dini, terukur, dan sesuai kebutuhan anak. (**)